disini kita bisa share model model plafon dan interior terbaru yang lagi hits
Minggu, 05 Januari 2025
Memanfaatkan sosmed dari dini
"Bisnis Digital Era Sosmed: Dari Token sampai Tambah Followers, Semua
Bisa di Sini!"
Pembukaan: Digital itu, Bukan Ribet, Tapi Cuan Dunia bisnis di
era digital ini kayak selebgram: selalu glowing, tapi kadang bikin iri kalau
nggak ngerti cara mainnya. Semua serba cepat, dari kirim pulsa ke pacar yang
nge-ghosting sampai top-up game biar menang terus. Tapi, ada satu pertanyaan
besar: Gimana caranya jadi pemain besar di dunia ini, bukan cuma penonton?
Kalau
kamu punya akun sosmed, pernah stalking akun seleb, atau kepikiran “gimana sih
caranya punya followers sebanyak mereka?”, selamat! Kamu udah masuk pasar
potensial bisnis digital. Yuk, kita bahas gimana cara bisnis ini bisa bantu kamu
jadi the next big thing. Kenapa Harus Bisnis Digital? Karena di dunia sekarang,
waktu adalah uang, dan data adalah segalanya. Token listrik, pulsa, paket data,
bahkan followers Instagram—semua ini bukan cuma kebutuhan, tapi gaya hidup. Nah,
di sinilah bisnis digital kita hadir, siap jadi solusi: Token Listrik & Pulsa:
Buat kamu yang sering lupa bayar listrik atau top-up pulsa sebelum tengah malam,
bisnis kita adalah pahlawan tak terlihat. Cepat, praktis, dan nggak bikin dompet
nangis.
Paket Data: Dunia tanpa internet itu kayak kopi tanpa gula: hampa. Kami
sediakan paket data dengan harga ramah kantong, jadi kamu nggak perlu
bolak-balik cari WiFi gratisan. Tambah Followers & Engagement Sosmed:
Ini nih
yang penting buat selebgram pemula atau pebisnis online. Nggak perlu lagi
nyoba-nyoba beli followers abal-abal, karena di sini, semuanya asli, no
tipu-tipu. Manfaat Pakai Layanan Ini Cepat & Efisien Bayangkan, kamu lagi scroll
TikTok, terus kuota habis. Panik? Jangan! Tinggal buka Shopee, pilih produk
kami, dan dalam hitungan menit, masalah selesai. Bikin Sosmed Makin Keren
Followers banyak = kepercayaan meningkat. Algoritma Instagram suka yang
rame-rame, dan kamu bisa menang besar kalau punya engagement tinggi.
Jadi, kalau
mimpi jadi influencer, kita bantu mulai dari followers dulu. Harga Kompetitif
Kita ngerti kok, dompet itu sensitif. Makanya, semua layanan kita punya harga
yang nggak bikin kamu mikir dua kali. Tips Jualan Digital di Shopee: Strategi
Anti Basi! Pilih Nama Toko yang Eyecatching Contoh: “Pulsa Cepat Kaya”
atau
“Tambah Followers Santai”. Nama catchy bikin orang penasaran. Optimalkan
Deskripsi Produk Jangan sekadar “Jual Followers Instagram”. Tambahkan sedikit
bumbu, misalnya, “Followers aktif, bikin akunmu makin kece. Dijamin bikin mantan
menyesal!” Gunakan Promo & Cashback Shopee punya banyak fitur promo. Manfaatkan
diskon atau cashback buat bikin pelanggan loyal. Respon Cepat Pelanggan Jawab
pertanyaan konsumen secepat mungkin. Ingat, pelanggan yang puas bisa jadi duta
gratis. Kesimpulan: Sukses Dimulai Dari Shopee dan Sosmedmu Bisnis digital itu
kayak algoritma sosmed: kalau ngerti cara mainnya, hasilnya luar biasa. Dengan
layanan kita, kamu nggak cuma bisa jualan, tapi juga jadi solusi buat
orang-orang di sekitar. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai sekarang, jadilah bos di
dunia digital. Tokomu ada di Shopee, pelangganmu ada di sosmed, dan kesuksesanmu
ada di depan mata. Call-to-Action: Cek toko kami di Shopee sekarang juga! Klik
di sini buat lihat koleksi lengkapnya. Pulsa? Ada. Paket data? Lengkap. Tambah
followers? Gampang. Semua siap bikin kamu naik level di dunia digital!
Senin, 25 Januari 2021
Sabtu, 17 Oktober 2020
model plafon terbaru ruang tamu
model plafon terbaru ruang tamu
https://www.youtube.com/playlist?list=PLIy6Arq7Yzl3ToO4X2E7On83Fq78GxDJs&jct=ANPwyJWEvbVln-Ld8h41qCoqiA2S_A
Rabu, 23 September 2020
Jumat, 11 September 2020
Minggu, 06 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Minggu, 09 Agustus 2020
Pondok pesantran Sunan Drajat merupakan satu-satunya pesantren
peninggalan wali di tanah Jawa yang masih tersisa. Sedangkan delapan
wali lainnya, hanya menyisakan makam.pondok ini didirikan pada tahun
1460.Dianggap satu-satunya peninggalan wali, karena hingga sekarang
ini,Ponpes Sunan Drajat, masih dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan
belajar mengajar Agama Islam.
Mulai TK hingga Universitas dengan jumlah siswa dan mahasiswa sekitar 8.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia."Dulu di sinilah Sunan Drajat mengajar para santrinya," kata Abdul Ghofur
Kini pesantren Sunan Drajat telah berubah menjadi pesantren megah, yang pembangunannya menghabiskan dana Rp150 miliar, termasuk di dalamnya pemancar radio FM.Di samping membangun gedung sekolahan, gedung asrama para santri termasuk membangun Masjid Induk yang arsitekturnya mirip Taj Mahal.yng mana di dalamnya terdapat Tumbal cakra ditanam persis ditengah-tengah Masjid Induk dengan tanda warna hijau berdiameter sekitar 15 cm, menancap di keramik masjid.Sejarah penanaman tumbal Cakra ini, sebagaimana diungkapkan Abdul Ghofur, atas inisiatif seorang pemimpin spiritual asal India yang beragama Hindu bernama, Parabhattaraka Shri Ananganandha Padha Theertha pada tahun 1999.Berdasarkan versi pemimpin Hindu tersebut, konon sekitar 500 tahun yang lalu telah diadakan perjanjian antara tokoh Islam Syeh Subakir dengan pemimpin umat Hindu di India.Perjanjian tersebut diantaranya berisi, "tanah Jawa yang semula masyarakatnya beragama Hindu diserahkan kepada tokoh Islam Syeh Subakir"."Bangunan masjid juga harus berdampingan dengan arsitektur umat Hindu yaitu menara, agar tanah Jawa bisa aman," katanya.
Karena itu, setelah 500 tahun perjanjian itu harus diperbaharui dan pilihan lokasi pemasangan tumbal diletakkan di tempat peninggalan para wali yang masih tersisa."Kata pemimpin Hindu itu kalau tumbal tidak dipasang, akan terjadi bencana dan korbannya delapan juta orang di tanah Jawa akan meninggal," katanya.
Meski sedang sakit, Parbhattaraka Shri Ananganandha Padha Theertha datang ke Pesantren untuk memasang tumbal Cakra. Dan peresmian tumbal Cakra, kata Abdul Ghofur, dilakukan langsung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasa menjabat sebagai Presiden RI.
Mulai TK hingga Universitas dengan jumlah siswa dan mahasiswa sekitar 8.000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia."Dulu di sinilah Sunan Drajat mengajar para santrinya," kata Abdul Ghofur
Kini pesantren Sunan Drajat telah berubah menjadi pesantren megah, yang pembangunannya menghabiskan dana Rp150 miliar, termasuk di dalamnya pemancar radio FM.Di samping membangun gedung sekolahan, gedung asrama para santri termasuk membangun Masjid Induk yang arsitekturnya mirip Taj Mahal.yng mana di dalamnya terdapat Tumbal cakra ditanam persis ditengah-tengah Masjid Induk dengan tanda warna hijau berdiameter sekitar 15 cm, menancap di keramik masjid.Sejarah penanaman tumbal Cakra ini, sebagaimana diungkapkan Abdul Ghofur, atas inisiatif seorang pemimpin spiritual asal India yang beragama Hindu bernama, Parabhattaraka Shri Ananganandha Padha Theertha pada tahun 1999.Berdasarkan versi pemimpin Hindu tersebut, konon sekitar 500 tahun yang lalu telah diadakan perjanjian antara tokoh Islam Syeh Subakir dengan pemimpin umat Hindu di India.Perjanjian tersebut diantaranya berisi, "tanah Jawa yang semula masyarakatnya beragama Hindu diserahkan kepada tokoh Islam Syeh Subakir"."Bangunan masjid juga harus berdampingan dengan arsitektur umat Hindu yaitu menara, agar tanah Jawa bisa aman," katanya.
Karena itu, setelah 500 tahun perjanjian itu harus diperbaharui dan pilihan lokasi pemasangan tumbal diletakkan di tempat peninggalan para wali yang masih tersisa."Kata pemimpin Hindu itu kalau tumbal tidak dipasang, akan terjadi bencana dan korbannya delapan juta orang di tanah Jawa akan meninggal," katanya.
Meski sedang sakit, Parbhattaraka Shri Ananganandha Padha Theertha datang ke Pesantren untuk memasang tumbal Cakra. Dan peresmian tumbal Cakra, kata Abdul Ghofur, dilakukan langsung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasa menjabat sebagai Presiden RI.
Kamis, 06 Agustus 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Pondok Pesantren Sunan Drajat adalah salah satu pondok pesantren yang
memiliki nilai historis yang amat panjang karena keberadaan pesantren
ini tak lepas dari nama yang disandangnya, yakni Sunan Drajat. Sunan Drajat adalah julukan dari Raden Qosim putra kedua pasangan Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) dengan Nyi Ageng Manila (Putri Adipati Tuban Arya Teja). Beliau juga memiliki nama Syarifuddin atau Masih Ma’unat. Perjuangan Sunan Drajat di Banjaranyar dimulai tatkala beliau diutus ayahandanya untuk membantu perjuangan Mbah Banjar dan Mbah Mayang Madu guna mengembangkan syiar Islam didaerah pesisir pantai utara Kabupaten Lamongan
saat ini. Pada tahun 1440-an ada seorang pelaut muslim asal Banjar yang
mengalami musibah di pesisir pantai utara, kapal yang ditumpanginya
pecah terbentur karang dan karam di laut. Adapun Sang Pelaut Banjar
terdampar di tepian pantai Jelaq dan ditolong oleh Mbah Mayang Madu
penguasa kampung Jelaq pada saat itu. Melihat kondisi masyarakat Jelaq
yang telah terseret sedemikian jauh dalam kesesatan, Sang Pelaut muslim
itu pun terketuk hatinya untuk menegakkan sendi-sendi agama Allah.
Beliau pun mulai berdakwah dan mensyiarkan ajaran Islam kepada penduduk
Jelaq dan sekitarnya. Lambat-laun perjuangan Sang Pelaut yang kemudian
hari lebih dikenal dengan Mbah Banjar, mulai membuahkan hasil. Apa lagi bersamaan dengan itu Mbah Mayang Madu pun turut menyatakan diri masuk Islam dan menjadi penyokong utama perjuangan Mbah Banjar. Pada suatu hari, Mbah Banjar dan Mbah Mayang Madu
berkeinginan untuk mendirikan tempat pengajaran dan pendidikan agama
agar syiar Islam semakin berkembang, namun mereka menemui kendala
dikarenakan masih kurangnya tenaga edukatif yang mumpuni di bidang ilmu
diniyah. Akhirnya mereka pun sepakat untuk sowan menghadap Kanjeng Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya. Gayung pun bersambut Kanjeng Sunan Ampel memberikan restu dengan mengutus putranya Raden Qosim untuk turut serta membantu perjuangan kedua tokoh tersebut. Akhirnya Raden Qosim
mendirikan Pondok Pesantren di suatu petak tanah yang terletak di areal
Pondok Pesantren putri Sunan Drajat saat ini. Beliau pun mengatakan
bahwa barang siapa yang mau belajar mendalami ilmu agama di tempat
tersebut, semoga Allah menjadikannya manusia yang memiliki derajat
luhur. Karena do’a Raden Qosim inilah para pencari ilmu pun berbondong-bondong belajar di tempat beliau dan Raden Qosim pun mendapat gelar Sunan Drajat. Sementara itu untuk mengenang perjuangan Mbah Banjar, maka dusun yang sebelumnya bernama kampung Jelaq, dirubah namanya menjadi Banjaranyar untuk mengabadikan nama Mbah Banjar dan anyar sebagai suasana baru di bawah sinar petunjuk Islam. Sunan Drajat yang merupakan putra sunan ampel menjadi tokoh sentral dalam penyebaran agama Islam yang ada di wilayah Lamongan. Raden Qosim atau Sunan Drajat
mendirikan pondok pesantren di suatu petak tanah, terletak di areal
Pondok Pesantren Putri Sunan Drajat saat ini. Beliau pun mengatakan
bahwa barang siapa yang mau belajar mendalami ilmu agama di tempat
tersebut, semoga Allah menjadikannya manusia yang memiliki derajat
luhur. Karena do’a Raden Qosim inilah para pencari ilmu pun berbondong-bondong belajar di tempat beliau dan Raden Qosim pun mendapat gelar Sunan Drajat. Setelah beberapa lama beliau berdakwah di Banjaranyar, maka Raden Qosim
mengembangkan daerah dakwahnya dengan mendirikan masjid dan pondok
pesantren yang baru di kampung Sentono. Beliau berjuang hingga akhir
hayatnya dan dimakamkan di belakang masjid tersebut. Kampung di mana
beliau mendirikan masjid dan pondok pesantren itu akhirnya dinamakan
pula sebagai Desa Drajat. Sepeninggalan Sunan Drajat,
tongkat estafet perjuangan dilanjutkan oleh anak cucu beliau. Namun
seiring dengan perjalanan waktu yang cukup panjang kebesaran nama Pondok
Pesantren Sunan Drajat pun semakin pudar dan akhirnya lenyap ditelan
masa. Saat itu hanyalah tinggal sumur tua yang tertimbun tanah dan
pondasi bekas langgar yang tersisa. Kemaksiatan dan perjudian merajalela
di sekitar wilayah Banjaranyar dan sekitarnya, bahkan areal di mana Raden Qosim
mendirikan Pondok Pesantren di Banjaranyar saat itu berubah menjadi
tempat pemujaan. Setelah mengalami proses kemunduran, bahkan sempat
menghilang dari percaturan dunia Islam di Pulau Jawa, pada akhirnya
Pondok Pesantren Sunan Drajat kembali menata diri dan menatap masa
depannya dengan rasa optimis dan tekat yang kuat. Hal ini bermula dari
upaya yang dilakukan oleh anak cucu Sunan Drajat yang bercita-cita untuk
melanjutkan perjuangan Sunan Drajat di Banjaranyar. Keadaan itu pun
berangsur-angsur pulih kembali saat di tempat yang sama didirikan Pondok
Pesantren Sunan Drajat oleh KH. Abdul Ghofur yang masih termasuk salah seorang keturunan Sunan Drajat
pada tahun 1977 yang bertujuan untuk melanjutkan perjuangan wali songo
dalam mengagungkan syiar agama Allah di muka bumi. Munculnya kembali
Pondok Pesantren Sunan Drajat saat ini tentu tidak terlepas dari
perjalanan panjang dan perjuangan anak cucu Sunan Drajat
itu sendiri. Sebagai institusi resmi dan legal, Pondok Pesantren Sunan
Drajat tentu memiliki persamaan dan perbedaan dengan cikal bakal
berdirinya pondok pesantren itu sendiri. Di sisi lain di dalam Pondok
Pesantren Sunan Drajat terdapat pendidikan yang terdiri dari pendidikan
formal, non formal dan in formal. Sebagaimana kita ketahui bahwa tidak
semua pondok pesantren memiliki pendidikan yang mengajarkan tentang
pengetahuan dan keahlian/skill secara intensif terhadap santrinya.
Dengan demikian sangat penting bagi seorang akademisi untuk mempelajari
kembali ide-ide dasar yang muncul dan menyertai perkembangan Pondok
Pesantren Sunan Drajat.
pondok pesantren sunan drajat
assalamualaikum warahmtullahi wabarokatuh
pondok pesantren sunan drajat adalah satu satunya pondok pesantren peninggalan para walisongo
pesantren sunan drajat terletak tepatnya didesa bnjaranyar paciran lamongan, pengasuh pondok pesantren sunan drajat adalah prof.dr kh abdul ghofur, beliau adalah sosok kiyai kharismatik yang tersohor,,,,
dengan ceramah2 beliau mampu membius para khalayak umum untuk mengkaji islam secara mendalam.
dengan logat bahasa jawa yang khas, beliau sering memberikanwejangan wejangan pada para santrinya, selain itu beliau juga terkenal dengan karismatiknya
Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang terletak arah pesisir utara kabupaten Lamongan tepatnya di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran ini, merupakan salah satu pondok pesantren peninggalan wali songo yang masih tetap exis baik dalam peninggalan sejarah maupun kiprahnya dalam pengembangan syiar Islamiyah. Dibawah pengasuh DR. KH Abdul Ghofur, Pondok Pesantren Sunan Drajat telah mencapai tingkat perkembangan yang luar biasa , baik dari bidang pendidikan , seni budaya, teknologi maupun agrobisnis. Dibidang Pendidikan terdapat bermacam-macam pendidikan mulai dari TK Muawanah, MI Mu'awanah, MTs Sunan Drajat, SMPN 2 Paciran, Ma Ma'arif 7 Sunan Drajat, SMK NU 2 Paciran , SMK NU 1 Paciran, SMK Kelautan, Madrasah Mu'allimin Mu'allimat , STAIRA ( Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Qosim ) dan Ma'had Aly.
Disamping pendidikan formal, juga terdapat bidang pendidikan bidang keagamaan , yaitu pengajian kitab kuning, madrasah diniyah, madrosatul qur'an dan forum kajian kitab salafy.
Disamping perkembangan yang begitu cepat dibidang pendidikan juga perkembangan agrobisnis di pesantren juga cukup maju, beberapa unit usaha mulai dari pembuatan pupuk pertanian, pupuk perikanan, jus mengkudu, berbagai macam minuman kesehatan, air minum dalam kemasan, juga pengelolaan kegiatan kopresi yang merupakan sumber mata rantai sumber pengelolaan pendidikan dan lembaga sosial di pesanten.
Salah satu media informasi bagi pesantren dengan mengudara Persada 97.2 FM merupakan salah satu corong bagi syiar Islam, dan sekarang dalam uji coba penayangan Sunan Drajat TV yang nantinya dapat menjadi media komunikasi yang lebih menyeluruh.
Perkembangan yang begitu cepat baik bidang SDM maupun infrastruktur dan sarana penunjang di pesantren merupakan salah satu usaha Pondok Pesantren sunan Drajat menuju Era Global.
sekian dan wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
nb: bila ada kesalahan dalam penulisn mohon dimaklumi baru belajar
assalamualaikum warahmtullahi wabarokatuh
pondok pesantren sunan drajat adalah satu satunya pondok pesantren peninggalan para walisongo
pesantren sunan drajat terletak tepatnya didesa bnjaranyar paciran lamongan, pengasuh pondok pesantren sunan drajat adalah prof.dr kh abdul ghofur, beliau adalah sosok kiyai kharismatik yang tersohor,,,,
dengan ceramah2 beliau mampu membius para khalayak umum untuk mengkaji islam secara mendalam.
dengan logat bahasa jawa yang khas, beliau sering memberikanwejangan wejangan pada para santrinya, selain itu beliau juga terkenal dengan karismatiknya
Pondok Pesantren Sunan Drajat, yang terletak arah pesisir utara kabupaten Lamongan tepatnya di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran ini, merupakan salah satu pondok pesantren peninggalan wali songo yang masih tetap exis baik dalam peninggalan sejarah maupun kiprahnya dalam pengembangan syiar Islamiyah. Dibawah pengasuh DR. KH Abdul Ghofur, Pondok Pesantren Sunan Drajat telah mencapai tingkat perkembangan yang luar biasa , baik dari bidang pendidikan , seni budaya, teknologi maupun agrobisnis. Dibidang Pendidikan terdapat bermacam-macam pendidikan mulai dari TK Muawanah, MI Mu'awanah, MTs Sunan Drajat, SMPN 2 Paciran, Ma Ma'arif 7 Sunan Drajat, SMK NU 2 Paciran , SMK NU 1 Paciran, SMK Kelautan, Madrasah Mu'allimin Mu'allimat , STAIRA ( Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Qosim ) dan Ma'had Aly.
Disamping pendidikan formal, juga terdapat bidang pendidikan bidang keagamaan , yaitu pengajian kitab kuning, madrasah diniyah, madrosatul qur'an dan forum kajian kitab salafy.
Disamping perkembangan yang begitu cepat dibidang pendidikan juga perkembangan agrobisnis di pesantren juga cukup maju, beberapa unit usaha mulai dari pembuatan pupuk pertanian, pupuk perikanan, jus mengkudu, berbagai macam minuman kesehatan, air minum dalam kemasan, juga pengelolaan kegiatan kopresi yang merupakan sumber mata rantai sumber pengelolaan pendidikan dan lembaga sosial di pesanten.
Salah satu media informasi bagi pesantren dengan mengudara Persada 97.2 FM merupakan salah satu corong bagi syiar Islam, dan sekarang dalam uji coba penayangan Sunan Drajat TV yang nantinya dapat menjadi media komunikasi yang lebih menyeluruh.
Perkembangan yang begitu cepat baik bidang SDM maupun infrastruktur dan sarana penunjang di pesantren merupakan salah satu usaha Pondok Pesantren sunan Drajat menuju Era Global.
sekian dan wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
nb: bila ada kesalahan dalam penulisn mohon dimaklumi baru belajar
Senin, 27 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Sabtu, 28 September 2019
Langganan:
Komentar (Atom)